Senin, 20 Februari 2012

Introduksi Teologi Paulus




1. Latar Belakang dan Pelatihan

Paulus lahir sekitar 3 AD dari keluarga terpandang. Ia berkewarganegaraan Romawi (Kis. 22:28) dan berdomisili di kota Tarsus. Paulus dibesarkan dalam keluarga Yahudi yang ketat, disunat pada hari kedelapan, dan dari suku Benyamin (Flp.3:5). Paulus kemudian dilatih di Yerusalem di bawah gamaliel, seorang Farisi dan anggota terhormat dari Sanhedrin (Kis.5:34). Gamaliel adalah satu-satunya dari tujuh sarjana dalam sejarah bangsanya yang menerima sebutan “Raban” (tuan kami). Gamaliel adalah cucu Hillel, pendiri sekolah penafsiran yang memakai namanya. Paulus sendiri menjadi Farisi, pengikut ketat pada hukum tradisi Yahudi. Oleh karena ketaatan yang ketat pada Yudaisme dan tradisi penatua menyebabkan dia menganiaya gereja.

2. Garis Besar Perjalanan dan Pelayanan

Setelah pertobatannya pada akhir tahun 33 atau awal 34 AD, Paulus menghabiskan beberapa bulan di Damaskus (Kis.9:23; Gal.1:17); pada waktu lawannya berusaha untuk membunuhnya ia berusaha kembali ke Yerusalem (Kis.9:26). Tidak lama setelah itu, ia pergi ke kampung halamanya di Tarsus (kis.9:30). Ia menghabiskan 3 tahun di Arabia, bisa jadi dalam suatu bentuk pelayanan yang ia mulai langsung setelah pertobatannya. Setelah itu ia kembali ke Yerusalem (kis.11:30; 12:25; Gal.2:1-21). Disitulah gereja mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk melakukan perjalanan misi yang pertama. Selama perjalanan itu mereka mengabarkan Injil di Asia Kecil dan pulau Siprus. Pada waktu orang Yahudi menolak Injil, di Asia Kecil inilah Paulus memulai pelayanannya kepada orang non-Yahudi. Pola khas dari pelayanan Paulus adalah sebagai berikut:”diawali dengan pemberitaan kepada orang yahudi dan non-Yahudi pengikut Yudaisme, baik yang porselit sepenuhnya atau yang asosiasinya lebih bebas, kemudian setelah ditolak oleh para pendengar di sinagoge, maka dilanjutkan secara pelayanan secara langsung kepada orang non-Yahudi.” Sidang di Yerusalem terjadi pada tahun 49 AD (Kis.15) dan menyelesaikan suatu keputusan untuk isu yang penting, dimana keputusan itu memungkinkan Paulus dan yang lain untuk terus memberitakan Injil pada orang non-yahudi tanpa harus menyahudikan mereka; orang non-Yahudi tidak dituntut untuk disunat. Keputusan itu penting untuk menjaga kemurnian Injil dan memisahkan hukum dan anugrah. Perjalanan misi yang kedua (49-52 AD, Kis.15:36-18:22) dilakukan oleh Paulus dan Silas melintasi Asia Kecil, dimana mereka kembali mengunjungi gereja-gereja, dan kemudian melanjutkan ke Eropa (Kis.16:11 dst). Perjalanan misi ketiga (53-57 AD; Kis.18:23-21:16) dilakukan Paulus ke efesus, dimana ia menghabiskan waktu hampir 3 tahun, dan kemudian dilanjutkan ke Makedonia dan Akhaya. Ia di tahan di Yerusalem dalam perjalanan kembali dan di penjarakan di Kaisarea (58 AD; Kis.24:1-26:32). Paulus mengajukan banding ke Kaisar dan ia menghabiskan waktu dua tahun di penjara. Paulus dibebaskan dari pemenjaraan pertma di Roma, kemudian dia melayani dari tahun 63-66, kemungkinan ia melakukan perjalanan sejauh Spanyol, dan kembali ditahan dan diekskusi di Roma pada tahun 67 AD (2Tim.4:6-8).
 
KRONOLOGI KEHIDUPAN PAULUS
Tanggal: AD
Peristiwa
3(?)
Kelahiran Paulus
18-30
Pelatihan di Yerusalem
33/34
Pertobatan
34-36
Di Arab
46
Di Yerusalem
46-48
Perjalanan Misi yang Pertama: Asia Kecil
48-49
Sidang Yerusalem
49-52
Perjalanan Misi yang Kedua: Asia Kecil dan Eropa
53-57
Perjalanan Misi yang Ketiga: Asia Kecil dan Eropa
58-60
Pemenjaraan di Kaisarea
60-61
Perjalanan ke Roma
61-63
Pemenjaraan di Roma
63-66
Pelayanan sampai ke Spanyol
66-67
Pemenjaraan di Roma dan ekskusi

SURAT-SURAT PAULUS

Ciri
Nama
Tgl.: AD
Asal
Teologi
Umum
Galatia
1 Tesalonika
2 Tesalonika
1 Korintus
2 Korintus
Roma
48
50
50
55
55
57
Antiokhia/Siria
Korintus
Korintus
Efesus
Makedonia
Korintus
Soteriologi
Dan
Eskatologi
Penjara
Efesus
Filipi
Kolose
Filemon
62
63
62
62
Roma
Roma
Roma
Roma
Kristologi
Pastoral
1 Timotius
Titus
2 Timotius
63
63
67
Makedonia
Korintus
Roma
Ekklesiologi

Tidak ada komentar: