Selasa, 21 Februari 2012

Teologi Ibrani

A. Introduksi Kitab Ibrani

Kitab Ibrani merupakan salah satu surat yang cukup istimewa dalam kanon PB. Oleh sebab itu pertanyaan-pertanyaan pendahuluan berkaitan dengan pembaca, waktu dan tujuan penulisan memiliki kepentingan yang khusus dalam membahas teologi Ibrani. Pandangan yang diambil berkaitan dengan isu-isu ini akan menentukan penafsiran dari teologi Ibrani.

1. Penulis Ibrani

a. Bukti Eksternal:

1) Eusebius mengatakan bahwa, “Siapapun yang menulis surat ini, Allah tahu ini adalah kebenaran.” (mis. Bahwa Paulus yang menulisnya.)
2) Bapa-bapa gereja Timur, secara tradisional dan mereka konservatif, menerima kepenulisan Paulus terhadap surat Ibrani (Clement dari Alexandria, Origen).
3) Bapa-bapa gereja Barat menolak kepenulisan Paulus terhadap surat Ibrani (Hippolytus dan Irenaeus).

b. Bukti Internal:

1) Ini adalah salah satu buku dalam Perjanjian Baru yang tidak menyebutkan nama penulisnya, namun bukti internalnya bisa menolong.
2) Penulisnya adalah seorang jenius dalam hal intelektual dan rohani dari abad I yang sangat dikenal oleh penerima surat.
3) Penulisnya adalah seseorang yang sangat faham tentang perbedaan doktrin kekristenan dan segala perkembangannya atas Yudaisme.
4) Layak dipertanyakan bila ada yang menolak kepenulisan Paulus, yaitu apakah ada sesuatu yang bertentangan kalau Paulus menulisnya.

c. Penulis alternatif: Apollos, Barnabas, Lukas, Priskilla, Sillas dsb.

d. Argumentasi yang dikemukakan untuk menentang kepenulisan Paulus:

1) Tidak ada namanya dan dalam 2 Tes. 3:17, Paulus mengatakan ia adalah rasul untuk orang non-Yahudi, sehingga membuat janji-janji itu untuk jemaat-jemaat non-Yahudi;--Ia tidak mendasarkan argumentasinya untuk menjelaskan Yudaisme dengan kekristenan di atas otoritas kerasulannya, tetapi di atas otoritas Perjanjian Lama.

2) Style tulisan dan vocabulary ada banyak yang tidak ada dalam surat Paulus Argumentasi ini sangat lemah mengingat isi surat khusus mengandung banyak istilah P.L. yang tentu tidak dipakai kalau menulis surat kepada orang non-Yahudi.

3) Penulis adalah generasi pertama diantara orang-orang percaya (2:3) – bagian ini generasi pertama, bukan diterima oleh mereka; Wahyu hanya dapat dikuatkan oleh wahyu.

4) Perbedaan doctrinal – perbedaan audience membuat perbedaan subyek dan sekaligus perbedaan penkanan theological.

5) Cronology situasi – ini mungkin ditulis pada permulaan pemenjaraan Paulus kedua di Roma ketika Paulus masih optimis untuk mengunjungi penerima surat (13:23).

e. Petrus menunjukan bahwa Paulus menulis sebuah surat kepada orang Yahudi yang sulit dipahami (2 Petrus 3:15,16 band. 1 Pet. 1:1). Tidak ada bukti internal yang menyisihkan Paulus sebagai penulis; pada kenyataannya, ada banyak bukti yang menerima Paulus sebagai penulis sama dengan menerima Matius sebagai penulis Injil Matius. Tak seorangpun dapat membuktikan bahwa Paulus bukan penulis.

2. Waktu Penulisan

Jika Paulus diakui sebagai penulis, maka waktu penulisannya sekitar tahun 64-67 A.D.; dan pengungkapan aktivitas penyembahan di Bait Suci ia memakai presernt tense (masih berlangsung) berarti sebelum tahun 70 A.D., karena tahun 70 A.D. bait Suci dihancurkan.

3. Alamat Penulis dan yang Dituju: Paulus menulis dari Italia untuk sekelompok orang Yahudi

4. Tujuan Penulisan

Menunjukan keutamaan Kristus atas semua system P.L. dan menunjukan bahwa orang yang mengundurkan diri tidak memiliki keyakinan iman.

5. Maksud Teologis

Maksud teologis dari kitab ini adalah untuk mendemostrasikan superioritas dari Kristus dan kekristenan terhadap Yudaisme. Orang Kristen Ibrani ini menderita dan putus asa, dan Paulus membicarakan keadaan ini serta mendorong mereka menuju kedewasaan.

6. Thema Surat Ibrani: “Yakin di dalam Kristus”

7. Karakteristik Surat Ibrani

    • Orang benar akan hidup oleh iman sangat ditekankan disini (11), dan statement demikian cocok dengan Paulus (Roma 1:17) 
    • Banyak berisikan peringatan 
    • Paling kurang ada 13 kali ajakan yang berbunyi ‘baiklah kita’/ ‘marilah kita’ (12:2).   (>YB<)



Teologi Yakobus

1. Kitab Suci.

Sehubungan dengan kitab suci maka ada beberapa poin yang dapat dilihat dalam kitab Yakobus.
a. Ada penekanan yang kuat atas PL di kitab Yakobus. Dalam lima pasal Yakobus menunjuk pada penjelasan keduapuluh kitab PL.
b. Ada penekanan pada pengajaran Yesus. Yakobus berisi lima belas kiasan dari kotbah di Bukit (Mat. 5:22; 3:12; Mat. 7:16; 4:11; 7:1)
c. Ada penekanan atas otoritas kitab suci
d. Ada penekanan atas karya Kitab Suci

2. Allah

Pandangan Yakobus tentang Allah merefleksikan konsep dari relasi bersyarat antara orang Israel dengan Allah di bawah hukum Musa; ketaatan membawa berkat, ketidaktaatan membawa hukuman (Ul.28). jadi yakobus menyajikan orang berdosa sebagai musuh Allah; pertemanan dengan dunia akan membuat seseorang menjadi musuh Allah (4:4-5).

3. Manusia dan Dosa

Yakobus menghubungkan doktrin dan aplikasi pada waktu ia menasehati pendengarnya untuk mengontrol lidah, karena lidah manusia digunakan untuk melawan sesama manusia yang diciptakan menurut Allah. Meskipun manusia dibuat berdasarkan gambar Allah tetapi karena kejatuhan manusia ia menjadi berdosa, memiliki nature dosa seperti yang dijelaskan Yakobus sebagai hawa nafsu. (1:14). Hawa nafsu inilah yang merupakan respon dari dalam ke luar sebagai keinginan dan menghasilkan dosa (1:15). Pembahasan yakobus dalam isu ini penting, karena ia memberikan pengertian yang lebih jelas tentang bagaimana dosa itu terjadi dibandingkan dengan bagian lain kitab suci. Yakobus menunjuk pada dosa (Yunani; hamartia,”meleset dari sasaran”) enam kali, dosa berasal dari hawa nafsu yang ada di dalam diri manusia (1:15); akibat dosa adalah dalam hal rohani dan kematian yang kekal (1:15); dosa memperlihatkan kasih yang pilih-pilih dan tidak mengasihi (2:8-9); dosa gagal untuk berbuat baik (4:17); dosa dapat diampuni (5:15, 20). Yakobus juga menyebut dosa (Yunani;parabates) sebagai suatu pelanggaran pada standar Allah (2:9,11).

4. Keselamatan
 
Yakobus berbicara banyak tentang iman. Iman adalah cara manusia untuk dapat mendekati Allah (1:6; 5:15); iman harus dalam Yesus (2:1); dan perbuatan manusia akan mendemostrasikan realitas dari iman (2:18). Perbedaan antara Paulus dan Yakobus adalah bukan iman versus perbuatan, melainkan perbedaan dari relasi. Yakobus menekankan perbuatan dari orang percaya dalam relasi dengan iman dan Paulus perbuatan Kristus dalam relasi dengan iman.   (>YB<)



Teologi Yakobus


Kepenulisan Surat Yakobus

a. Bukti Eksternal:

Bapa-bapa gereja bagian Timur (Origen, Eusebius) menunjuk kepada Yakobus sebagai penulis, walaupun pengakuan bapa-bapa gereja bagian Barat sebagai bagian dari kanon lebih belakngan.

b. Bukti Internal:

1) Penulis menyebut dirinya hamba Yesus Kristus.
2) Ini adalah Yakobus saudara Tuhan Yesus (Matius 13:55), yang tadinya tidak percaya kepada Tuhan Yesus sampai hari kebangkitannya (1 Kor. 15:7), karena Yakobus murid Tuhan Yesus telah menjadi martyr (Kis. 12:2).
3) Adanya kesamaan bahasa dalam surat yakobus dengan perkataan Yakobus di KPR 15
4) Adanya kesamaan antara surat ini dengan pengajaran Yesus.

2. Waktu Penulisan:

Diperkirakan ini adalah literature Kristen yang pertama, bahkan lebih awal dari Injil Matius. Alasannya adalah karena theology P.B.-nya masih sangat sederhana, terutama masalah ecclesiology-nya dan juga penekanannya pada hal-hal praktis yang diperlukan untuk mengendalikan jemaat baru dan membedakan mereka dari kelompok Yudaistic Gnostic (45 A.D).

3. Alamat Penulis dan yang Dituju:

Ditulis di Yerusalem dan di tunjukan kepada orang-orang Kristen Yahudi diaspora diseluruh wilayah pemerintahan Roma.

4. Tujuan Surat Yakobus:

Menguatkan iman dan memberi nasehat praktis dimasa mengahadapi pncobaan dan penganiayaan.

5. Tujuan Teologis:

Orang percaya Ibrani menghadapi pengadilan-pengadilan, penganiayaan-penganiayaan dari orang Yahudi yang tidak percaya. Oleh karena orang percaya tidak mengetahui bagaimana mengerti atau menghadapi penganiayaan, maka yakobus menulis untuk memberikan pandangan kepada mereka. Tujuannya adalah memberikan pengoreksian pada semangat kedagingan yang ada, memperlihatkan iman sebagai penawar masalah tersebut.

6. Thema Surat Yakobus: “Semakin dewasa didalam Kristus”.

7. Karakteristik Surat Yakobus:
  1. Lebih dari 100 kali menunjuk kepada kitab P.L.
  2. Banyak referensi untuk karakteristik P.L.Ia menekankan manusia sempurna adalah yang tidak   berdosa dengan mulutnya. (>YB<).


Eskatologi Paulus

a. Berkaitan dengan Gereja.

Sejak Paulus menyediakan pengajaran baru yang signifikan tentang nature gereja, maka adalah tepat jika paulus memberikan pengajaran tentang konsumasi dari gereja, yaitu penjabaran tentang masa depan gereja. Paulus menunjuk pada penerjemahan gereja, dimana sebagian orang percaya yang masih hidup tidak akan mati, tetapi ditransformasikan lebih cepat dari sekejab mata (1Kor. 15:51-57). Paulus juga menjelaskan tentang rapture, kebangkitan, tubuh kebangkitan, dan kursi pengadilan Kristus (1Tes.4)

b. Berkaitan dengan Israel

Paulus membahas tentang pemilihan Israel di Roma 9-11, menangisi penolakan Israel terhadap Mesias. Israel telah menerima hak besar tetapi mereka telah menolaknya, oleh karena kedaulatan Allah dalam memilih Israel, Ia tidak akan gagal dalam tujuan-Nya bagi bangsa Itu. Fakta bahwa Allah tidak akan meninggalkan umatnya adalah terbukti dengan fakta bahwa ada sisa orang Yahudi yang percaya, dimana salah satunya adalah Paulus. namun demikian, pada waktu Israel dibutakan, itu adalah sementara. Paulus memperlihatkan masa depan pada waktu kebutaan Israel akan diangkat dan semua Israel akan diselamatkan (Rm. 11:1,5).

c. Berkaitan dengan dunia

Pada saat Paulus berbicara tentang pengharapan masa yang akan datang bagi gereja dan pertobatan Israel di masa yang akan datang, ia berbicara secara panjang lebar tentang penghakiman Allah di masa yang akan datang atas dunia yang tidak percaya. Paulus menggunakan istilah murka (Yunani;orge) untuk menjabarkan penghakiman Allah yang akan turun atas dunia. Ia menggunakan istilah ini sebanyak dua puluh satu kali di tulisannya dan lima belas kali dalam bagian lain PB. Paulus sering menggunakan kata ini untuk menjabarkan suatu masa depan “hari kemurkaan.” Ia juga mengidentifikasikan periode tersebut sebagai waktu dari manusia “murtad” dan juga “anak kehancuran”, yang akan muncul dan menninggikan dirinya sendiri sebagai Allah, yaitu antikristus. Akan tetapi ia akan dihancurkan pada saat kedatangan Kristus ke-II.  (>YB<)



Teologi Paulus Tentang Gereja


a. Defenisi

Kata gereja (Yunani; ekklesia) berari “memanggil keluar dari suatu kelompok.” Kata ini seringkali digunakan dalam pengertian teknis bagi orang percaya yang Allah panggil keluar dari dunia dan menjadi suatu kelompok khusus dari miliknya. Namun demikian, kata itu sewaktu-waktu digunakan dalam pengertian non teknis untuk menunjuk, misalnya, suatu kelompok (diterjemahkan “jemaat”), seperti di KPR 19:32. gereja digunakan dalam dua cara utama di PB,. Gereja universal dan gereja local. Paulus menggunakan istilah ini menunjuk pada tubuh Kristus, makna yang dimaksud adalah pengertian universal. Gereja menunjuk pada gereja local, yang dimaksudkan adalah suatu jemaat orang percaya tertentu dalam suatu lokasi dan suatu waktu tertentu.

b. Penjelasan

Paulus menetapkan gereja sebagai suatu organisasi yang terdiri dari “struktur kompleks tubuh Kristus yang menjalankan aktivitas sehari-hari, hal itu dijalankan oleh masing-masing orang percaya, yang memiliki fungsi masing-masing tetapi saling bergantung dan diatur melalui relasi mereka dengan Kristus, sebagai Kepala gereja”

c. Organisasi

Gereja adalah organisasi yang hidup, namun gereja juga adalah suatu organisasi, yang melibatkan jabatan-jabatan dan fungsi. Ada beberapa jabatan yang ditunjuk dalam PB. Jabatan penatua (Yunani; presbuteros) yang menekankan kedewasaan dan kewibawaan dan biasanya menunjuk pada pribadi yang sudah lanjut usia. Penatua ditunjuk sebagai pemimpin gereja-gereja local (! Tim. 5:17; Tit. 1:5). Istilak penilik (Yunani; episkopos) menunjuk pada pekerjaan pengembalaan yang dilakukan oleh penatua (1Tim.3;1). Istilah itu pada dasarnya memiliki arti yang sama, namun demikian penatua lebih menekankan pada jabatan sedangkan penilik kepada fungsi. Dan kedua istilah identik dengan gembala. Jabatan lain di gereja adalah diaken (Yunani; diakonos), yang artinya”pelayan”, dimana mereka juga terlibat pelayanan rohani, yang berada di bawah otoritas penatua. Kemudian jabatan lain yang disinggung sedikit dalam surat Paulus adalah penginjil dan guru.

d. Ordinansi

Meskipun topik baptisan merupakan hal utama dalam kitab Injil PB, namun hal itu bukan penekanan yang utama dalam teologi Paulus. Sementara mengenai perjamuan, Paulus memberikan penjelasan yang rinci tentang Perjamuan Tuhan (1Kor. 11:23-34), dimana dia secara langsung menerima wahyu dari Tuhan. Paulus menyatakan bahwa Perjamuan Tuhan sebagai suatau peringatan dan mengutuk orang yang melakukannya secara sembarangan (1Kor.11:25),, (>YB<).